Prawirotaman MG.III No 589, RT 26/RW 07 Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta 55153

Tim Kami

Katja Kraus

– Co – Founder –

Katja Krause mengambil  kuliah di Kota Göttingen (Jerman) dan juga di Bergamo (Itali) dan lulus S2 di tahun 2011. Ia mengambil mata kuliah sejarah, sastra Jerman dan linguistik Jerman  juga mempunyai sertifikat untuk mengajar orang asing (DaF/DaZ-Zertifikat).

Pada tahun 2012 ia bekerja di Georg-August-Universität  di Göttingen dan peniliti tentang sejarah Universitas dan juga mengkoordinir pameran dan pengarsipan di Fakultas Kehutanan di Georg-August-Universität. Sesudah proyek penelitian yang di lakukan oleh Katja ia mendapatkan beasiswa dari DAAD (German Academic Exchange Service)

Ekamagda Febriani

– Co – Founder –

Ekamagda Febriani adalah seorang lulusan Universitas Gadjah Mada Fakultas Hukum pada tahun 2015. Pada tahun 2008 – 2011 Eka berkecimpung dalam kegiatan keorganisasian di Kampus yaitu Majestic-55, dalam Oraganisasi tersebut Eka berkecimpung dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan.

Setelah kesibukannya di Oraganisasi pada tahun 2011 – 2012 Eka menjadi salah satu pencetus KKN Kepulauan Selayar dan menjadi Ketua Sub-Unit dari KKN Selayar dengan Program Pemberdayaan Biota Laut dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Serta Kesehatan Masyarakat Di Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada tahun 2013 – 2104 Eka mendapatkan pekerjaan sebagai Marketing & Front Office di Yogyakarta Internasional School (yang sekarang berubah menjadi Yogyakarta Independent School).

Kemampuan Eka yang lainnya yaitu mempunyai pengetahuan umum mengenai international and environmental law, berpengalaman dalam bekerja baik dengan Pemerintah ataupun non-pemerintah (NGos/LSM), dan berpengalaman dalam Intercultural Communications.

Susann Oettel

– Co – Founder & Guru –

Susann Oettel kuliah di Leipzig Arabistik dan Bahasa Jerman sebagai Bahasa Asing dan lulus tahun 2010. Selama dua semester Susann mengikuti Program Darmasiswa RI yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia di Malang. Di sana ia belajar bahasa Indonesia dan mengumpulkan pengalaman pertama dalam bidang pendidikan saat prakteknya selama enam bulan di SMA 1 dan SMA8 di sana. Setelah kelulusan ia juga mengikuti program beasiswa dari DAAD dan mengajar bahasa Jerman selama dua semester di Universitas Pendidikan di Bandung. Selain mengajar Susann Oettel ikut berpartisipasi dalam kepengurusan program ekstrakurikuler seperti film club dan teater dan mengikut serta di beberapa acara di Goethe Institut Bandung.

Tahun 2011 ia pindah ke Yogyakarta dan mengajar selama 2 tahun di Universitas Negeri Yogyakarta dan di Pusat Studi Jerman di UGM. Selama dua tahun tersebut Susann mengikut secara aktif sebagai pemberi materi acara workshop dan Seminar untuk guru-guru bahasa Jerman di Jogjakarta, serta kegiatan kampus seperti lomba, camp atau festival yang diurus oleh mahasiswa-mahasiswi. Tahun 2013 Susann Oettel ikut membuat Climate Art Festival yang berlangsung selama dua minggu di bulan Oktober di Yogya dan mengurus Jerman Film Club, sebuah program yang secara regular diadakan oleh Goethe Institut di Kedai Kebun Forum di Yogyakarta.

Muhdatiya

– Guru –

Muhdatiya atau yang akrab disapa Adit adalah alumnus Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta 2013. Ia berhasil mengakhiri masa studinya selama 4 tahun dengan predikat <em>cumlaude</em>. Selama masa studinya ia aktiv dalam berbagai organisasi di kampus, salah satunya yaitu aktiv dalam Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman, dan tahun 2015 ia menjadi salah satu koordinator kegiatan nasional tahunan Deutschcamp, yang diselenggarakan di kompleks candi Prambanan.

Tahun 2017 ia mendapatkan beasiswa dari DAAD untuk mengikuti kegiatan Southeast Asian Summer University di University Of The Philippines Diliman, Manila, Filipina selama dua minggu. Selama mengikuti kegiatan ini, ia memperdalam mengenai <em>wissenschaftlisches Arbeiten</em> dan <em>aktuelle Landeskunde.</em> Selain itu ia juga mengikuti workshop tentang pengajaran dan pembelajaran bahasa Jerman bersama dengan 19 peserta lainnya. Menjelang akhir masa studinya ia menjalankan program magang di Lembaga Indonesia-Jerman selama satu bulan, dan setelah masa studinya berakhir ia menjadi salah satu pengajar bahasa Jerman di Lembaga Indonesia-Jerman sampai sekarang.

Ajeng Aprilianti

– Guru –

Ajeng Aprilianti atau yang sering akrab disapa dengan Ajeng ini merupakan salah satu alumnus Pendidikan Bahasa Jerman di Universitas Negeri Yogyakarta (2013). Ia berhasil menyelesaikan masa studinya dengan predikat cumlaud dan lulus pada tahun 2018. Selama menjabat sebagai mahasiswa, ia aktiv sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman dan diberi amanah untuk bergabung dalam Ministerium Akademie Und Wissenshaft. Divisi ini menaungi beberapa program kerja yang salah satunya merupakan program belajar bersama atau biasa disebut dengan ZL (zusammen lernen). Setelah menyelesaikan masa studinya, ia kini menjadi salah satu pengajar Bahasa Jerman di Lembaga Indonesia-Jerman sampai sekarang.

 

Tahun 2017 ia mendapatkan beasiswa dari DAAD untuk mengikuti kegiatan Southeast Asian Summer University di University Of The Philippines Diliman, Manila, Filipina selama dua minggu. Selama mengikuti kegiatan ini, ia memperdalam mengenai <em>wissenschaftlisches Arbeiten</em> dan <em>aktuelle Landeskunde.</em> Selain itu ia juga mengikuti workshop tentang pengajaran dan pembelajaran bahasa Jerman bersama dengan 19 peserta lainnya. Menjelang akhir masa studinya ia menjalankan program magang di Lembaga Indonesia-Jerman selama satu bulan, dan setelah masa studinya berakhir ia menjadi salah satu pengajar bahasa Jerman di Lembaga Indonesia-Jerman sampai sekarang.